Lebih jauh, awal tahun 2012 STP
telah berhasil mengakuisisi PT Platinum Teknologi yang memiliki
jaringan serat optik dan micro cell di kawasan Jakarta. Akusisi ini
bertujuan untuk menjawab permintaan dan tantangan yang sedang dihadapi
oleh sebagian besar pelanggan STP. Dengan adanya jaringan serat optik ini,STP
dapat memperkuat solusi tambahan, seperti BTS hotel dan koneksi last
mile dan backhaul, menjadikan Perseroan sebagai one stop solution untuk
permasalahan infrastruktur telekomunikasi di daerah padat perkotaan, khususnya Jakarta.
Nobel Tanihaha, Direktur Utama STP, mengatakan, strategi STP
saat ini adalah fokus pada pengembangan portofolio menara
telekomunikasi di daerah perkotaan yang berpenduduk padat, untuk
memenuhi peningkatan permintaan kapasitas dan jangkauan jaringan pada
pelanggan perkotaan terhadap telekomunikasi nirkabel dan layanan
broadband nirkabel.
Tahun
ini, STP mengalokasikan capital expenditure (capex) sebesar Rp 500
miliar. Dana ini bersumber dari pinjaman bank, sisa dana hasil penawaran
umum saham perdana, plus kas internal. “Hingga sekarang dana belanja
modal tersebut telah digunakan sekitar 45 – 50% dari target belanja
modal 2012 sebesar Rp 500 miliar,” Nobel menambahkan. Bahkan, dana capex
tersebut tidak tertutup kemungkinan untuk akuisisi yang tidak besar.

0 komentar:
Posting Komentar